Showing posts with label KISAH. Show all posts
Showing posts with label KISAH. Show all posts

Thursday, April 13, 2017

Subhanallah !!! Tidak Mati Meskipun Disembelih Berkali-kali… Ternyata …

 Subhanallah !!! Tidak Mati Meskipun Disembelih Berkali-kali… Ternyata …
Masya Allah, Allahu Akbar, Kebesaran dan Kekuasaan Allah terlihat saat Sapi Kurban disembelih. Sebuah video yang diambil dari laman Youtube mengabadikan momen tersebut.


Sebuah sumber mengatakan bahwa Sapi Kurban ini berasal dari negara Bangladesh, Terlihat dalam video di bawah ini, awalnya sapi tersebut dipegang 9 orang agar memudahkan penyembelihannya. Bukannya mati setelah disembelih namun sapi tersebut malah berdiri, Orang-orang yang berada di sekitarnya pun heran dengan tingkah sapi kurban tersebut.

Hingga akhirnya disembelih untuk yang kedua kalinya, Lagi-lagi sapi tersebut tetap berdiri bahkan malah berjalan untuk menghindari kerumunan manusia. Sang penyembelih tak kehabisan akal, dia tetap ngotot berusaha untuk menyembelih sapi kurban aneh itu yang ketiga kalinya. Allahu Akbar, Sapi Kurban tersebut tetap saja berdiri setelah disembelih layaknya sapi yang masih normal meski urat lehernya telah putus.

Karena sudah lelah, akhirnya mereka pun menyerah dan mengurungkan niatnya untuk menyembelih Sapi Kurban tersebut, Mereka membiarkannya tetap hidup untuk dijadikan bukti nyata kekuasaan Allah dan peringatan bagi warga sekitar bahwa ajal hanya Allah yang bisa menentukan.

Kejadian Sapi Kurban Yang Tak Mati Meski Disembelih Berkali-kali Ini merupakan bukti nyata kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahwa hanya Allah lah yang menentukan ajal seluruh makhlukNya. Bukan pedang, Bukan pula atas usaha manusia



Baca Juga:








Wednesday, April 12, 2017

Kisah Nyata: Sebelum Tidur Senantiasa Membaca 100 Kali Shalawat, Hal Aneh Pun Terjadi Menjelang Wafat

Kisah Nyata: Sebelum Tidur Senantiasa Membaca 100 Kali Shalawat, Hal Aneh Pun Terjadi Menjelang Wafat
Shalawat merupakan salah satu cara kita mencintai dan mengakui kerasulan Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, dan memohon kepada Allah SWT supaya menganugerahkan keutamaan dan kemuliaanNya demi kebaikan kita sebagai umatnya. Dalam hal ini, nampak jelas bahwasanya hakikat sholawat bukan hanya sekadar menyenandungkan madah kepada baginda Nabi akhir zaman saja, melainkan juga memiliki sisi lain yaitu bermunajat kepada sang Khaliq sebagai Raja Semesta Alam, hingga ada segenap harapan yang di maksudkan dan butuh perantara sosok kinasihNya yang tak lain Rasulullah SAW agar di perkenankan.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi . Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .” (QS. al-Ahzab : 56)


Telah banyak kisah – kisah menakjubkan mengenai faedah dan pelbagai hikmah yang di alami oleh orang – orang yang gemar bersholawat, baik mereka yang telah di panggil ilahi maupun yang masih hidup di zaman sekarang ini. Bagaikan oase yang bertahan dalam kembara zaman, terus menerus lamat terkenang dan tak pernah lekang oleh waktu. Melantunkan shalawat tak hanya mendatangkan ketenangan hati, melainkan juga mengundang hikmah – hikmah tersendiri yang bahkan tak kan mampu di jangkau nalar. Sebagaimana yang di ceritakan dalam suatu kisah yang di sadur dari buku 114 Kisah Nyata Doa – Doa Terkabul, karya Tauhid Nur Azhar dan Sulaiman Abdurrahim, begini kiranya,


Alkisah, seorang ulama zuhud bernama Muhammad Abdullah bin Mubarrak keluar dari rumahnya untuk menunaikan ibadah haji.disana, beliau menyaksikan pemuda yang begitu larut dalam lantunan shalawat yang di senandungkannya, demikian juga tatkala di Mina dan Padang Arafah, Abdullah mendapati pemuda itu masih asyik saja dalam lantunan sholawatnya.


“Hai pemuda” tegur Abdullah kepada pemuda tersebut.


“Setiap tempat ada bacaan dan doanya tersendiri, mengapa engkau tidak malah memperbanyak shalat dan doa padahal itu yang lebih di tuntut, sedangkan engkau semenjak tadi hanya asyik bersholawat saja”


“Saya memiliki satu alasan tersendiri mengapa saya memilih begitu khusyu’ dalam bacaan sholawat” jawab pemuda itu.


“Saya beranjak dari tanah air Khurasan bersama bapak saya untuk menunaikan ibadah haji. Setiba kami di Kufah, Bapak saya terserang penyakit parah hingga ia menghembuskan nafas terakhirnya di hadapan saya sendiri. Lantas saya tutup wajahnya dengan kain sarung yang ada. Dan malangnya apabila saya buka kembali kain sarung itu, wajah bapak saya telah bertukar menjadi himar (keledai). Bagaimana saya memberitahukan kepada orang – orang ihwal meninggalnya bapak saya sedangkan wajahnya kini begitu hina dan memalukan, kemudian saya duduk termenung di sisi mayat ayah saya dalam kebingungan hingga tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi itu saya bertemu dengan pemuda yang memakai penutup muka dan sangat baik akhlaknya. Dia lantas membuka penutup muka itu seraya menatap saya dan berkata, ‘Mengapa engkau bersedih dengan apa yang telah terjadi?’, saya menjawab, ‘Bagaimana saya tidak bersedih sedangkan dialah orang yang paling saya sayangi”. lanjutnya.


Pemuda itu kemudian mendekati mayat ayah saya dan mengusap wajahnya hingga berubah seperti sediakala, saya juga menyaksikan wajah mayat ayah saya yang begitu berderang memancarkan cahaya seperti purnama yang baru terbit.


‘Engkau siapa?” tanya saya kepada pemuda tampan itu.


‘Saya yang terpilih (Muhammad).”


Kemudian saya memegang jemarinya dan berkata, ‘Wahai Tuan, beritahukan saya bagaimana peristiwa ini bisa terjadi?.’


“Sesungguhnya ayahmu seorang pemakan harta riba, Allah telah tetapkan hukuman bagi mereka agar di tukar wajahnya menjadi wajah keledai yang hina di dunia tetapi tidak di akhirat. Semasa hayatnya juga, ayahmu termasuk orang yang gemar bersholawat kepadaku sebanyak 100 kali sebelum tidur. Jadi saat amalan umatku di pertontonkan, malaikat telah menyampaikan kondisi ayahmu kepadaku. Aku telah memohon izin kepada Allah untuk memberi syafaat kepada ayahmu. Dan demikian aku datang untuk memulihkan wajah ayahmu sebagaimana sediakala”


Semoga kisah diatas bisa diambil pelajaran dan bermanfaat untuk pembaca semua, yakni dengan senantiasa membaca shalawat bisa memberikan syafaat pada kita baik di dunia maupun di akhirat.


Wallahu a'lam bishawab.



Baca Juga:

Thursday, April 6, 2017

Masya Allah , Sungguh Kekuasaan Allah .. Usia 72 Tahun, Wanita India ini Lahirkan Anak Pertamanya

Masya Allah , Sungguh Kekuasaan Allah .. Usia 72 Tahun, Wanita India ini Lahirkan Anak Pertamanya
Nampaknya tak ada kata-kata terlalu tua untuk lahirkan bayi bagi wanita asal India ini. pada usianya yang sudah 72 tahun, wanita yang bernama Daljinder Kaur ini menjadi ibu pasca melahirkan seorang bayi laki-laki bulan lalu. Kaur sudah 2 tahun ini menjalani in vitro fertilization (IVF) atau program bayi tabung pada sebuah klinik kesuburan di Haryana. Sementara sang suami, Mohinder Singh Gill, sudah berusia 79 tahun.

Kaur dengan Gill sudah menikah 46 tahun lamanya dan tak kunjung dikaruniai keturunan. Mereka nyaris putus asa, bahkan jadi bahan cemoohan sebab masyarakat menganggap tak punya anak merupakan sebuah kutukan dari Tuhan. “Tuhan telah mendengar doa-doa kami. Kini, hidup kami lengkap. Saya akan rawat bayi ini, saya masih penuh akan energi. Suami saya sangatlah penyayang serta pasti akan membantu,” tegas Kaur pada AFP dari kota Amritsar.

“Saat kami lihat iklan (IVF), kami pikir kami harus mencoba sebab saya sangat menginginkan punya bayi saya sendiri,” sambung dia. Kaur mengaku ia berumur 70 tahun, sedangkan klinik melaporkan bahwa wanita tersebut berumur 72 tahun. Perbedaan ini muncul lantaran Kaur tak punya akte kelahiran.

Bayi Kaur terlahir dengan berat 2 kilogram di 19 April yang lalu. Kondisi bayi itu dinyatakan sehat. Suami Kaur, Gill, seorang pemilik pertanian di luar kota, merasa tak khawatir akan usia mereka yang tergolong lanjut. Ia yakin bahwa Tuhan pasti akan menjaga bayi yang dinamai Armaan tersebut. “Orang bertanya-tanya apa yang akan terjadi kepada anak ini bila kami meninggal. Namun kami percaya kepada Tuhan, Dia-lah yang akan mengurus segalanya,” tegas Gill.


Dokter Anurag Bishnoi, pengelola klinik di Amritsar tersebut mengatakan mulanya merasa ragu untuk menerima permintaan Kaur dan Gill itu. Tetapi hasil pengujian menunjukkan bahwa Kaur sanggup mengandung bayi walau usianya sudah lanjut. “Awalnya saya menolak sebab dia nampak sangat rapuh. Lalu kami minta dia untuk melakukan tes lalu setelah semuanya oke, baru kami melanjutkan,” terang Bishnoi.




Baca Juga:

Wednesday, April 5, 2017

Subhanallah... Mampukah Kita Membalas Kebaikan Ibu? Begini Jawab Anak Orang Yang Paling Ditakuti Setan

Subhanallah... Mampukah Kita Membalas Kebaikan Ibu? Begini Jawab Anak Orang Yang Paling Ditakuti Setan
Suatu ketika, Abdullah Bin Umar, putra dari Amirul Mu'minin, Umar bin Al Khattab (Manusia yang paling ditakuti setan) melihat seseorang yang sedang menggendong ibunya sambil thawaf mengelilingi Ka’bah.

Orang tersebut lantas berkata kepadanya, “Wahai Abdullah Bin Umar, menurut pendapatmu apakah aku sudah membalas kebaikan ibuku?”

Abdullah Bin Umar menjawab, “Belum, meskipun sekadar satu erangan ibumu ketika melahirkanmu. Akan tetapi engkau sudah berbuat baik. Allah akan memberikan balasan yang banyak kepadamu terhadap sedikit amal yang engkau lakukan.” (Kitab al-Kabair karya adz-Dzahabi).

Kisah di atas memberikan pelajaran berharga kepada kita bahwa setiap anak tidak akan dapat membalas jasa orang tuanya, kecuali ia menemukan orang tuanya sebagai budak, lalu dibeli dan dimerdekakan. (HR Muslim).

Dalam hadis lain, “Berbuat baik kepada kedua orang tua itu lebih utama daripada shalat, sedekah, puasa, haji, umrah, dan berjihad di jalan Allah.” (HR Thabrani).

Apakah masih ada kewajiban berbuat baik kepada orang tua setelah keduanya wafat? Sabda Nabi SAW, “Masih, yaitu mendoakannya, memohonkan ampunan untuknya, menunaikan janjinya, memuliakan temannya, dan menyambung hubungan kerabat yang tidak tersambung kecuali dengannya.” (HR Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan al-Hakim).

Sejarah mencatat, banyak orang hebat yang lahir dari seorang ibu yang juga hebat. Kita tidak akan dapat menjadi hebat seperti sekarang tanpa sentuhan darinya. Maka, tak berlebihan jika ada ungkapan, Al-Jannatu tahta aqdami al-ummahat”, surga berada di bawah telapak kaki ibu.

Karena itu, ketika seorang laki-laki berhijrah dari Yaman kepada Nabi SAW dan ingin berjihad. Kemudian, Nabi SAW bertanya, “Apakah diYaman masih ada kedua orang tuamu?”

“Masih ya Rasulullah” jawab laki-laki itu.

Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan mintalah izin darinya. Jika keduanya memberi izin maka engkau boleh berjihad dan jika keduanya tidak mengizinkan maka berbuat baiklah kepadanya, karena hal itu merupakan sesuatu yang paling baik yang engkau bawa untuk bertemu dengan Allah setelah tauhid.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban).

Lalu, datang laki-laki lain kepada Nabi SAW meminta baiat untuk berangkat hijrah. Ia berkata, “Aku datang kepadamu, sehingga membuat kedua orang tuaku menangis.”

Kemudian Nabi SAW bersabda, “Kembalilah kepada keduanya dan buatlah keduanya tertawa, sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.” (HR Abu Dawud, Nasa’i, dan al-Hakim).

Ibu memiliki peran yang tak dapat digantikan oleh siapa pun. Dialah yang mencetak generasi unggul.

Maka, tidaklah berlebihan jika seorang penyair mengungkapkan, Al-Ummu madrasatun, in a’dadtahaa a’dadta sya’ban thayyiba al-a’raaqi. Ibu itu laksana sebuah sekolah, apabila kamu persiapkan dengan baik, berarti kamu telah mempersiapkan suatu bangsa dengan dasar yang baik.


Dalam hadis lain, Rasul SAW menempatkan ibu sebagai orang yang paling utama untuk dihormati. Beliau memerintahkan umatnya untuk senantiasa memuliakan ibunya, kemudian menyayangi ibunya. Setelah itu, barulah bapak. Wallahu a’lam.



Baca Juga:

Friday, February 17, 2017

Astagfirullah... Pelaku Bakar Diri di Ka'bah Tertangkap, Penuturan Sang Ibu Malah Sebaliknya!

Astagfirullah... Pelaku Bakar Diri di Ka'bah Tertangkap, Penuturan Sang Ibu Malah Sebaliknya!

Masih ingat dengan video orang yang mencoba membakar diri di depan Ka’bah? Pria yang hendak bakar diri di dekat Kakbah, Masjidil Haram, Arab Saudi disebut mengalami gangguan mental. Motif pria itu hendak membakar diri belum diketahui pasti.

“Perilakunya mengindikasikan dia mengalami gangguan mental,” sebut juru bicara otoritas keamanan Masjidil Haram, Sameh Al-Silmi. Pria yang disebut berkewarganegaraan Saudi itu, langsung diamankan petugas keamanan setempat, sebelum berhasil melakukan aksinya. “Dia ditangkap sebelum melakukan aksi bakar dirinya yang dramatis,” tutur Sameh seperti dikutip situs berita Saudi, Sabq.


Sameh menyebut, pria berusia 40 tahun itu kedapatan menuangkan bensin ke tubuhnya di dekat Kakbah, pada Senin (6/2) malam waktu setempat, sebelum akhirnya ditangkap. Motif pria ini hendak melakukan aksi bakar diri di dekat Kakbah belum diketahui pasti.

Akan tetapi, lain cerita datang karena kali ini sang ibu dari pria tersebut angkat bicara. Ia mengungkapkan bahwa anaknya tersebut mengalami ketidakstabilan mental. Umm Mohammad mengatakan anaknya memiliki rekam medis di Rumah Sakit Mental Shihar di Taif.

“Kesehatan mental anak saya memburuk setelah ayahnya meninggal dan dia tidak mendapatkan warisan yang sah,” katanya seperti dikutip dari Saudi Gazette, Rabu (15/2/17).

Pria yang berusia 36 tahun ini merupakan anak tertua dari tujuh bersaudara. Ia juga tidak mempunyai pekerjaan yang tetap. “Dia tidak mampu memiliki pekerjaan yang stabil,” kata Umm Mohammad. Kerabatnya mengambil alih rumah ayahnya dan beberapa properti di Al-Shabika, Jarwal, dan Gunung Al-Madafi.

“Para kerabat memperlihatkan sebuah akta yang menyatakan bahwa warisan akan diserahkan kepada mereka bukan anak saya tanpa izin atau konsultasi. Saya sangat prihatin tentang anak saya dan saya takut ia akan membalas dendam dan merugikan kerabatnya,” tambah Umm Mohammad. Umm mengaku bahwa dia sendiri yang memasukkan anaknya itu ke penjara demi mencegah perbuatannya yang membahayakan orang lain. Selanjutnya Umm menceritakan, anaknya pernah mencoba membakar diri hidup-hidup di pengadilan umum karena tidak terima terhadap keputusan pengadilan yang memberikan warisan kepada sanak saudara dan bukan dia.

“Kami hidup menggantungkan diri pada asuransi sosial dan bantuan keuangan dari organisasi amal,” tutur Umm Mohammad.

Umm mengatakan jika dirinya saat ini tengah menderita sirosis dan baru saja kembali dari luar negeri untuk dirawat selama lebih dari tiga bulan. Insiden yang terjadi di Masjidil Haram diketahui Umm saat masih berada di luar negeri.

“Saya harus mempercepat pengobatan sehingga bisa kembali ke Arab Saudi dan berada di samping anak saya. Saya telah menyerahkan info medis kepada biro investigasi dan penuntutan umum tentang anak saya,” ujarnya.
        


Baca Juga:
Masyaallah! Ternyata Ini 10 Sifat Istri Yang Membuat Rezeki Suami Mengalir Dengan Sangat Deras - No. 6 Mengejutkan!!

Curhat Sama Allah Yuk! Ketahui Waktu Dikabulkannya Doa Pada Hari Jum'at

Sunday, February 12, 2017

Sujud dan Cium Kaki Ibu, Tentara Ini Bikin Netizen Nangis

Sujud dan Cium Kaki Ibu, Tentara Ini Bikin Netizen Nangis

Salah satu orang yang paling berpengaruh dan sangat penting di kehidupan kita adalah Ibu. Oleh karena itu, ridho Allah juga ada pada ridho ibu, begitu juga murka-Nya. Jasa ibu begitu berarti kepada kita, mengandung, melahirkan, mendidik hingga menjaga kita sampai dewasa. Oleh karena itu kita harus menyayanginya, seperti yang dilakukan tentara satu ini.

Pengguna Facebook dibuat menangis dengan kehadiran sebuah foto yang cukup menyentuh. Foto tersebut kini telah dibagikan oleh lebih dari 2.000 pengguna. Di foto itu terlihat seorang tentara yang mencium kaki ibu. Tentara itu terlihat mengenakan seragam seperti akann berangkat bertugas.
 ⠀

Foto tersebut tampak diambil di sebuah rumah sederhana. Sepertinya, rumah tersebut adalah kediaman dari tentara berbakti tersebut. Adalah akun Patriot NKRI yang pertama kali mengunggah foto ini pada 23 januari pukul 20:04 WIB. Foto tersebut kini telah mendapatkan lebih dari 5.000 likes.
⠀
"Inilah contoh yang mesti ditiru, jika hidupmu selamat dan sukses," ujar netizen bernama Fery Senat.



Baca Juga:

Masya Allah! Kakek 77 Tahun Ini Merangkak Sejauh 3 Km Hanya Ingin Shalat Berjamaah Di Masjid...

Masya Allah! Kakek 77 Tahun Ini Merangkak Sejauh 3 Km Hanya Ingin Shalat Berjamaah Di Masjid...

Media social dihebohkan dengan video seorang kakek. Kakek tersebut bukanlah kakek biasa, namun sangatlah luar biasa. Bagaimana tidak? kakek 77 tahun itu datang ke masjid dengan cara merangkak. Lalu siapa sebenarnya kakek itu?

Dikutip dari inspiradata, kakek itu adalah Al Asiri yang selama 65 tahun pergi ke Masjid untuk melaksanakan shalat 5 waktu tanpa tertinggal, meski dengan cara merangkak. Lebih menakjubkannya lagi, jarak rumah dengan masjid sekitar 3 kilo meter dan dia sanggup melakukannya hanya dengan merangkak.

Video Al Asiri ini diunggah oleh keponakannya Abdul Aziz Makhafah. Ia menuturkan bahwa sejak kecil kakek 77 tahun itu tinggal bersama kakaknya Ahmad dan Istrinya. Mereka tinggal di desa Al Azizah bukit Saudah dekat kota Abha, Saudi Arabia.

Makhafah mengatakan, Istri Ahmad sengaja membuatkan jalan untuk Al Siri berangkat ke Masjid agar tidak terkena terik matahari. Pada hari Senin 31 Oktober 2016, keponakan Al Siri sengaja mengupload video ini agar dapat menyemangati umat Islam yang lain agar lebih semangat pergi ke Masjid.

Hmm.. seseorang tanpa kaki saja bisa melaksanakan shalat di masjid yang jauh tanpa melewatkannya.  Lalu sudahkah kita yang memiliki tubuh lengkap tanpa kekurangan apapaun melaksanakannya?



Baca Juga:
Sungguh Kejam!! Durhaka Pada Ibu Kandungnya, Lidah Gadis ini Pun Putus. Seperti ini Kejadiannya

Ternyata Setiap Manusia Didampingi Seorang Malaikat dan Jin Kafir, Ini Bukti Nyatanya... Menegangkan....!